RENJA

RENCANA KERJA

KEPOLISIAN RESOR TABANAN

TAHUN ANGGARAN2018

( PERUBAHAN )

 

 I. LATAR BELAKANG

  1. Kondisi Umum

             Rencana Kerja Polres Tabanan tahun 2018 adalah merupakan penjabaran dari Rencana Strategis Polres Tabanan tahun 2015- 2019 yang mana tahun 2018 merupakan pelaksanaan tahap ke 4 yaitu “ Mendinamisir dan meningkatkan pelayanan masyarakat yang prima dan sinergi polisional yang produktif dengan didukung kecukupan kesejahteraan personil guna menghadapi kondisi daya saing bangsa dan keunggulan nasional”.

Sasaran strategis Polres Tabanan merupakan penjabaran kebijakan pemerintah pusat Nawa Cita, Visi Polri Promoter dan kebijakan pemeritah Kabupaten Tabanan yaitu  “Tabanan Serasi” merupakan momentum yang sangat baik dan sangat menentukan suksesnya Renstra Polres Tabanan 2015 – 2019tahap capaian ke 4 tahun 2018 dalam mewujudkan capaian pelayanan prima guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Pelaksanaan tugas personel Polres Tabanan harus disesuaikan dengan kondisi nyata dimasyarakat yang dianalisa melalui pendekatan SWOT sebagai berikut :

Analisa SWOT

1)        Kekuatan (Strength)

a)        Polres Tabanan sebagai kekuatan operasional dasar mempunyai 10 ( sepuluh ) Polsek terdiri dari 5 ( lima ) Polsek Urban dan 5 ( lima ) Polsek Rural dan 1 ( satu ) Polsubsektor yang merupakan unsur terdepan pelayanan Kamtibmas prima kepada masyarakat yang tergelar di sepuluh kecamatan dan 133 Desa diharapkan mampu memberikan pelayanan prima kepolisian dimana dimasing – masing desa sudah ditempatkan Bhabinkamtibmas dan dua orang diantaranya dijabat oleh Bhabinkamtibmas Polwan.

b)        diopreasikannya ”Sistem Aplikasi Layanan Kepolisian Polda Bali ( Salak Bali )” oleh seluruh personel Polri dan PNS Polres Tabanan sangat mendukung peningkatan kinerja personel lebih efektif.

c)        berdasarkan data bulan Juni 2017 jumlah personel Polres Tabanan sebanyak 1.018 orang terdiri dari 965 orang personel Polri dan 53 orang personel PNS, sedangkan jumlah penduduk kabupaten Tabanan sebanyak 420.913 orang sehingga rasio Polri terhadap jumlah penduduk secara global 1 : 436 ;

d)        penempatan 2 (dua ) orang Polwan di masing masing Polsek jajaran Polres Tabanan sudah digelar sesuai kebijakan .

e)        adanya dukungan sarana dan prasarana setiap tahun semakin meningkat terutama kendaraan bermotor patroli baik roda 4 maupun roda 2 serta didukung BBM yang semakin memadai yang mendukung sebagian besar kegiatan operasional Polri Polres Tabanan.

f)         meningkatnya dukungan angaran operasional Kepolisian yang dialokasikan untuk mendukung program kegiatan operasional Kepolisian sehingga mampu meningkatkan capaian kinerja Polres Tabanan.

 

2)        Kelemahan (Weakness)

a).     kemajuan teknologi yang semakin maju tidak diimbangi dengan kemampuan anggota dalam pelaksanaan tugasnya terutama penguasaan IT ( Informasi dan Teknologi ) dalam menghadapi kuantitas dan kualitas kejahatan yang semakin canggih;

b).     program refolusi mental belum menunjukkan perubahan yang optimal terlihat dari masih ada angota Polri Polres Tabanan yang melakukan pelanggaran tindakan yang berakibat menurunkan citra Polri dalam melaksanakan tugasnya sehingga menimbulkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri.

c).     terbatasnya penyidik Polres Tabanan yang berlatar belakang S1 atau setara terutama penyidik Polsek, berdampak kepada kurangnya kualitas dan kompetensi / kemampuan menghadapi kejahatan seperti cyber crime, money loundring , perdagangan / peredaran   gelap dan penyalahgunaan narkoba.

d).     daya tampung perumahan dinas baru mencapai 19 % sehingga sangat menghambat pelaksanaan tugas anggota.

 

3).     Peluang (Opportunities)

a)       makin aktifnya kontrol ekstrernal dari kalangan LSM merupakan kepedulian masyarakat yang memotifasi peningkatan SDM dan kinerja Polres Tabanan ;

b)       partisipasi masyarakat melalui ”Sistem Aplikasi Layanan Kepolisian Polda Bali ( Salak Bali )” dalam memberikan informasi untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif merupakan peluang bagi Polres Tabanan .dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri;

c)       dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mendukung tugas operasional Kepolisian cukup baik;

d)       adanya Toleransi kerukunan antar umat beragama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

 

4).     Ancaman (Threat)

Berdasarkan perkiraan intelijen Polres Tabanan tahun 2018, prediksi ancaman yang diperkirakan menjadi potensi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Tabanan adalah :

a)        Bidang Ideologi   :

(1)      masih potensialnya kegiatan kelompok radikal /anti Panscasila;

(2)      munculnya penyebaran paham ISIS yang ingin mengembangkan negara islam di seluruh dunia, termasuk di Indonesia .

b)          Bidang Politik :

(1)      masih potensialnya terjadi konflik kepentingan kehidupan berpolitik di wilayah kabupaten Tabanan yang masih belum sepenuhnya stabil, diantaranya terkait pemekaran wilayah ( Desa, Desa Adat dan desa pekraman );

(2)      konflik antar partai politik dan elit politik, serta antar massa pendukung masing masing pasangan calon Pilkada serentak tahun 2018 yaitu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali akan berpengaruh terhadap suhu politik di kabupaten Tabanan .

c)          Bidang ekonomi :

(1)      diberlakukannya MEA akan mengakibatkan keluar masuknya barang produksi asing dengan bebas ke wilayah Tabanan yang diperkirakan akan mempengaruhi perekonomian masyarakat Tabanan;

(2)      kebijakan ekonomi pemerintah yang dianggap tidak pro rakyat akan memunculkan kasus-kasus konflik dan timbulnya aksi solideritas di masyarakat.

d)          Bidang sosial budaya :

Konflik tapal batas, tanah kuburan dan kesepekang dan konflik adat masih akan mewarnai situasi keamanan di wilayah Tabanan.

e)          Bidang keamanan :

(1)      potensi kerawanan penyebaran paham terorisme merupakan ancaman, karena Bali pada umumnya dan Kabupaten Tabanan pada khususnya merupakan salah satu daerah tujuan wisata Dunia;

(2)      meningkatnya kejahatan konvensional, transnasional maupun kejahatan yang berimlikasi kontijensi;

(3)      munculnya kasus-kasus adat, sengketa tapal batas dan tanah kuburan yang berpotensi menimbulkan konflik sosial.

(4)      Banyaknya pelabuhan tradisonal yang merupakan jalur tikus bagi pelaku kejahatan transnasional.

 

  1. Identifikasi Masalah

Sebagai dampak lingkungan strategis baik internal maupun eksternal dibidang keamanan dan ketertiban masyarakat   tahun 2018 tidaklah ringan oleh karena itu memerlukan profesionalisme Polri, iklim demokrasi dan reformasi dan tata kelola pemerintahan yang semakin baik, pemenuhan hak warga negara dengan prinsip demokrasi, keadilan dan kesejahteraan memerlukan kestabilan bidang keamanan sehingga perlu langkah-langkah kongrit dalam pelaksanaan pelayanan Kamtibmas diwilayah hukum Polres Tabanan. Secara umum permasalahan Kamtibmas tahun 2018 yaitu :

  1. belum terjangkaunya seluruh wilayah dalam penggelaran personel untuk menciptakan rasa aman terhadap segenap warga masyarakat karena situasi geografis yang sulit dijangkau serta belum didukung peralatan Polri yang berbasis teknologi;
  2. profesionalisme anggota masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan dan latihan;
  3. personel pada satuan fungsi dan Polsek belum seluruhnya memiliki kompetensi bidang tugasnya masing masing;
  4. permasalahan konflik sosial tetap memerlukan perhatian, karena masih ada permasalahan   yang belum tuntas yang bisa memicu konflik dikemudian hari;
  5. kejahatan konvensional, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba masih memerlukan perhatian dan antisipasi untuk pengungkapan dan penanganannya;
  6. ancaman teror dan gerakan saparatisme tetap menjadi perhatian karena Bali merupakan destinasi wisata dunia serta salah satu tempat penyelenggaraan even – even nasional dan internasional;
  7. proses penegakan hukum yang tegas, jujur dan adil ( tidak diskriminatif dan memenuhi rasa keadilan ) belum dirasakan oleh masyarakat;
  8. pelanggaran dan kecelakaan lalulintas masih tinggi.
  1. TUJUAN DAN SASARAN

        1.    Visi dan Misi

  1. Visi Polres Tabanan

Terwujudnya Polres Tabanan sebagai sosok pengayom, pelindung, pelayan dan sahabat masyarakat serta penegak hukum yang profesional, modern dan terpercaya guna mendukung terciptanya Kamtibmas yang berlandaskan gotong royong menuju Shanti Jagadhita untuk mewujudkan ” Tabanan Serasi ”.

  • Tabanan Sejahtera : Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang cerdas, berderajat sehat, serta berakhlak yang tinggi, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan politik yang mantap dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelolaan sumber daya alam, dan pelestarian lingkungan hidup;
  • Tabanan Aman : Terjaminnya rasa aman masyarakat dan dunia usaha yang ditandai dengan terciptanya keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat dalam pencapaian kesejahteraannya melalui penguatan di bidang hukum, peningkatan mutu pengelola pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih;
  • Tabanan Berprestasi : Terwujudnya prestasi keluarga, perempuan dan pemuda, pendidik, paramedis, petani, peternak, nelayan, pengerajin, budayawan, olahragawan, dunia usaha, serta penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Tabanan, di berbagai kancah penggalangan keunggulan maupun prestasi dalam lingkup regional, nasional dan internasional;

 

  1. Misi Polres Tabanan

Mengacu kepada Visi Polres Tabanan Terwujudnya Polres Tabanan sebagai sosok pengayom, pelindung, pelayan dan sahabat masyarakat serta penegak hukum yang profesional, modern dan terpercaya guna mendukung terciptanya Kamtibmas yang berlandaskan gotong royong menuju   ” Shanti Jagadhita ” untuk mewujudkan ” Tabanan Serasi ”.

maka misi Polres Tabanan sebagai berikut :

a)        meningkatkan soliditas dan sinergitas fungsi operasional dan pembinaan pada Polres Tabanan;

b)        reformasi internal bidang sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran;

c)        melaksanakan revolusi mental menuju perubahan mindset dan cultura        set kearah yang lebih baik;

d)        melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat secara mudah, responsif, dan transparan serta akuntabel;

e)        memelihara keamanan, ketertiban masyarakat dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan situasi dan kondisi yang kondusip;

f)         memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas;

g)        memperkuat kemampuan personil mencegah kriminalitas melalui pengembangan perpolisian masyarakat;

h)       meningkatkan pelayanan prima kepolisian untuk meningkatkan public         trust;

i)         meningkatkan kemampuan deteksi dini fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas;

j)          meningkatkan kemampuan penegakkan hukum melalui pelatihan;

k)        meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menggalang potensi masyarakat untuk memelihara Kamtibmas;

l)         menghadirkan anggota berseragam pada sentra-sentra pelayanan publik.

 

  1. Tujuan Jangka Menengah Polres Tabanan

1)      terwujudnya personel Polres Tabanan yang beriman Professional modern dan terpercaya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang ada diwilayah hukum Polres Tabanan;

2)      terwujudnya situasi Kamtibmas yang kondusif diwilayah hukum Polres Tabanan sehingga dapat member rasa aman, tentram dan damai bagi masyarakat Tabanan;

3)      terwujudnya pengembangan perpolisian masyarakat dengan mendorong partisipasi masyarakat seluas-luasnya untuk ikut aktif dalam pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang berorientasi kepada penyelesaian akar masalah;

4)      terbangunnya kemitraan dengan instansi terkait/lembaga maupun masyarakat dalam upaya mewujudkan Kamtibmas yang kondusif diwilayah hukum Polres Tabanan khususnya dalam penanganan konflik yang terjadi di masyarakat;

5)      terwujudnya penegakan hukum yang profesional, berkeadilan, transparan, akuntabel dan anti KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) pada setiap kasus kasus kriminalitas yang terjadi tanpa diskriminasi dan tidak melanggar HAM (Hak Azasi Manusia) diwilayah hukum Polres Tabanan;

6)      teramankannya setiap kebijaksanaan pemerintah dan terwujudkan-nya akuntabilitas kinerja Polres Tabanan.

 

  1. Sasaran Prioritas Polres Tabanan

1)            meningkatnya professional SDM Polri Polres Tabanan dan pemantapan manajemen internal Polres Tabanan;

2)            meningkatnya kesejahteraan Personil Polres Tabanan dalam rangka peningkatan profesionalisme ;

3)            menguatnya sistem pengawasan yang efektif untuk mewujudkan pelayanan Polres Tabanan yang bebas dari kolusi korupsi dan nepotisme;

4)            meningkatnya kerjasama dengan masyarakat, aparat penegak hukumdan aparat pemerintah;

5)            meningkatnya kualitas pelayanan publik yang bermartabat, mudah, cepat dan berbasis teknologi modern ;

6)            optimalisasi penggelaran personel pada sentra sentra kegiatan masyarakat serta penertiban penduduk pendatang ;

7)            terlaksananya pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan kamtibmas;

8)            terwujudnya penegakan hukum secara professional dan berkeadilan terhadap empat jenis kejahatan ( konvensional, transnasional, kejahatan terhadap kekayaan Negara dan kejahatan yang berimplikasi kontijensi ) dan kejahatan menonjol lainnya;

9)            meningkatnya Kamseltibcarlantas dan angkutan jalan;

10)         meningkatnya sinergitas Bhabinkamtibmas dan masyarakat dalam upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat;

11)         terlaksananya pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum di lingkungan Polres Tabanan;

12)         penguatan bidang kehumasan melalui keterbukaan informasi publik (KIP);

13)         terwujudnya akuntabilitas kinerja Polres Tabanan.

 

  1. ARAH KEBIJAKAN POLRES TABANAN
  2. Arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Meningkatnya profesionalisme SDM dan pemantapan manajemen internal Polres Tabanan, adalah :

1)            melaksanakan bimbingan kepada putra-putri yang berprestasi dan berpotensi menjadi anggota Polri;

untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)            melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang rekrutmen calon anggota Polri yang memenuhi persyaratan;

b)           mendatakan anak-anak sekolah putra-putri yang berprestasi untuk diberikan pembinaan secara berkesinambungan agar bisa bersaing dalam rekrutmen calon anggota Polri.

 

2)          meningkatkan pelatihan fungsi teknis guna meningkatkan profesionalisme ;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      latihan peningkatan kemampuan penganganan TPTKP;

b)      latihan peningkatan kemampuan Olah TKP;

c)      latihan peningkatan kemampuan Dalmas;

d)      latihan peningkatan kemampuan penganganan laka lantas.

3)          mengoptimalkan manajemen kinerja dan anggaran secara sinergi yang berbasis IT pada Polres Tabanan;.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      mengintegrasikan sistem teknologi informasi Bag Sat dan Polsek jajaran Polres Tabanan;

b)      meningkatkan penerapan system informasi manajemen melalui aplikasi SMART/e-Monev;

c)      meningkatkan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan kinerja;

d)      meningkatkan pengawasan kinerja.

4)          usulan anggaran organisasi Polres Tabanan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah menyusun proporsionalitas kebutuhan anggaran berdasarkan kebutuhan ideal.

5)          mendukung agenda pemerintah dalam penerimaan Negara;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      melaksanakan pelayanan Samsat sesuai SOP;

b)      melaksanakan pelayanan SIM sesuai SOP;

c)     melaksanakan pelayanan SKCK;

d)      melaksanakan pelayanan perijinan;

e)      melaksanakan pemungutan dan penyetoran PNBP.

 

  1. Arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas  Meningkatnya kesejahteraan Personil Polres Tabanan dalam rangka peningkatan profesionalisme, adalah :

1)          peningkatan tunjangan kinerja bertahap;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah pemenuhan hak-hak anggota berupa gaji dan tunjangan;

2)          pemenuhan peningkatan dukungan operasional Bhabinkamtibmas;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        revitalisasi pelaksanaan tugas Bhabinkamtibmas;

b)        menyalurkan dukungan operasional Bhabinkamtibmas.

3)          meningkatkan pelayanan kesehatan anggota Polres Tabanan dan keluarganya melalui kerjasama dengan BPJS;

untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melakukan pendataan personel yang menderita sakit permanen;

b)        melaksanakan home visit bagi anggota yang mengalami sakit permanen;

c)        memfasilitasi personel dalam pengurusan BPJS melalui Faskes Poliklinik Polres Tabanan ;.

4)          pemenuhan gaji dan tunjangan bagi personel sesuai jabatan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukann adalah

a)        mengusulkan tunjangan jabatan bagi personel sesuai eselon jabatan;

b)        mengusulkan gaji berkala personel sesuai masa kerja;

c)        mengusulkan kenaikan pangkat personel yang memenuhi syarat.

5)          mengikutsertakan Personil Polres Tabananyang akan memasuki masa pensiun untuk mengikuti pelatihan keterampilan khusus.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        mendata personel yang akan memasuki usia pensiun;

b)        mengirimkan personel untuk mengikuti program Latram kewirausahaan di Polda Bali.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas   Menguatnya system pengawasan yang efektif untuk mewujudkan pelayanan Polres Tabanan yang bebas dari korupsi kolusi dan nepotisme, adalah :

1)          menyelaraskan dan mengefeftifkan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan oleh Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) serta menerapkan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) secara berjenjang diseluruh satuan dan Polsek.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melaksanakan supervisi kesatuan fungsi dan Polsek Jajaran;

b)        melaksanakan pengawasan operasi;

c)        melaksanakan pemeriksaan administrai   Operasi;

d)        melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan rutin.

2)          sinergitas internal dan eksternal bagi pelaksana fungsi pengawasan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      meningkatkan pengawasan berjenjang;

b)      meningkatkan koordinasi internal;

c)      menindaklanjuti setiap komplin masyarakat

3)          mengintensifkan dan menguatkan tim internal anti korupsi pada Polres Tabanan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      membentuk tim internal anti korupsi;

b)      implementasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani ( WBBM);

c)      mengkompulir pelaporan LHKPN bagi pejabat di lingkungan Polres Tabanan untuk dilaporkan ke KPK.

4)       optimalisasi pelaksanaan Indek Tata Kelola ( ITK);

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan :

a)     meningkatkan kualitas pelayanan SKCK;

b)     meningkatkan kualitas pelayanan SSB;

c)      meningkatkan kualitas pelayanan SP2HP.

5)          terlaksananya Reformasi Birokrasi di Tubuh Polres Tabanan melalui perubahan mind set, culture set.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      membentuk agen-agen perubahan pada Bag, Sat ,Si dan polsek jajaran Polres Tabanan;

b)      menyelenggarakan latihan   revolusi mental bagi personel Polres Tabanan.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas    Meningkatnya kerjasama dengan masyarakat, Aparat Penegak Hukum dan Aparat Pemerintah, adalah :

1)            pemberantasan korupsi di segala bidang sesuai target yang telah ditentukan;

            untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)            pembentukan tim satuan tugas saber pungli dengan unsur Kejaksaan dan Pemerintah Daerah;

b)           memonitor satuan tugas tim saber pungli dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku pungutan liar, pemerasan dan mafia kasus secara profesional dan tuntas.

2)          optimalisasi sinergi Polisional antar instansi pemerintah dan swasta   dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban serta penegakan hukum;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan koordinasi dengan instansi pemerintah / suasta dalam rangka Harkamtibmas dan Gakkum.

3)          meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)     optimalisasi pelaksanaan giat Bintibmas;

b)     optimalisasi pelaksanaan giat Kamsa;

c)      optimalisasi pelaksanaan giat Binpolmas;

d)     optimalisasi pelaksanaan giat Binpolsus.

4)          kerjasama dengan tokoh masyarakat dalam penyelesaian masalah melalui FGD;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      melaksasnakan tatap muka dengan tokoh masyarakat dan FKPM;

b)      mengedepankan kearifan lokal dalam penyelesaian masalah di Desa.

5)          membangun kemitraan melalui kerja sama dengan stakeholders terkait maupun media massa serta mengintensifkan penggunaan media sosial untuk membangun citra Polri yang positif;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan :

a)      melaksanakan press release;

b)      penyelenggaraan humas protocol dan pemberitaan;

c)      melaksanakan counter opini melali media sosial.

6)          peningkatan sinergi CJS dan penegak hukum lainnya;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan Mengoptimalkan koordinasi dengan Kejaksaan, PPNS dan lawyer dalam proses penidikan tindak pidana.

7)          membentuk dan mengoptimalkan team Saber Pungli;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan kegiatan satgas saber pungli.

8)          kerjasama dengan instansi terkait dalam penanganan kejahatan transnasional

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      meningkatkan kerjasama dengan BNK dan Badan Intelijen Daerah khususnya terkait informasi dan penanganan tindak pidana narkoba;

b)      meningkatkan kerjasama dengan pemerintah daerah dalam kapasitas penanganan kejahatan transnasional;

9)          melaksanakan pengamanan VIP / VVIP di wilayah Tabanan.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      meningkatkan kerjasama dengan instansi tentang kunjungan VVIP;

b)      meningkatkan pengamanan Obyek vital sesuai SOP.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas      Meningkatnya kualitas pelayanan publik yang bermartabat, mudah, cepat, dan berbasis teknologi guna terwujudnya pelayanan prima, adalah:

1)          melanjutkan sistem pelayanan SIM, SP2HP dan SKCK serta e-berkatbli.blogspot.com kepada masyarakat secara online;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      meningkatkan kemampuan personel yang membidangi pelayanan masyarakat secara online;

b)      meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat tentang pelayanan masyarakat secara online.

2)          perbaikan kualitas dan sikap petugas serta meniadakan pungutan liar pada pelayanan publik;

untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan pengawasan pada sentra sentra pelayanan publik;

b)        mengoptimalkan kegiatan Saber Pungli.

3)          meningkatkan ruang pelayanan Kepolisian sesuai standar pelayanan minimal;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah menata ruangan UPPA.

4)          perbaikan ruang SPKT yang bersahabat dan professional;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        menerapkan pelayanan publik sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

b)        melengkapi sarana dan prasarana, Alkom dan jaringan internet pada ruang SPKT.

5)          percepat Quick Response Kepolisian melalui pelayanan posko “Siaga Bancana Polres Tabanan”;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        optimalisasi Pos Quick Response untuk mepercepat pelayanan kepada masyarakat;

b)        peningkatan respon time kehadiran personel di TKP;

c)        sosialisasi kepada masyarakat tentang sistim pelaporan kejadian bencana ke posko bencana di Polres Tabanan.

6)          merampungkan system E-Tilang;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan kemampuan personel dalam mengoperasikan aplikasi e-tilang ;

b)        melaksanakan kerjasama dengan Bank persepsi ( BRI) .

7)          modernisasi teknologi pendukung pelayanan publik.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        memaksimalkan sistem pelayanan Sansat Online;

b)        memaksimalkan pelayanan SKCK online;

c)        memaksimalkan pelayanan SP2HP online;

 

  1. Arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Optimalisasi penggelaran personel dan Sarpras pada sentra-sentra kegiatan masyarakat adalah:

1)            penyiapan pengamanan Annual MeetingsIMF-World Bank 2018;

                        untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)      melaksanakan maping potensi konflik, potensi   ancaman dan potensi gangguan pada saat pertemuan Annual Meetings IMF-World Bank 2018;

b)     menyiapkan Kompi kerangka Dalmas antisipasi unjuk rasa

c)      menyiapkan personel untuk backup Polda Bali dalam rangka pengamanan Annual Meetings IMF-World Bank 2018, sejak tahap persiapan sampai dengan tahap konsolidasi;

2)            pengamanan Pilkada Gubernur Bali tahun 2018 dengan mewujudkan pilkada aman dan damai serta persiapan Pam Pileg dan Pilpres 2019;

            untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)    melaksanakan maping potensi konflik, potensi   gangguan Kamtibmas dan daerah rawan Pilkada            Gubernur Bali tahun 2018 dan persiapan Pam Pileg serta Pilpres 2019;

b)    melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan KPUD dan peserta Pilkada Gubernur Bali tahun 2018 dan persiapan Pam Pileg serta Pilpres 2019;

c)    mempersiapakan Renops Mantap Praja 2018 dan Renpam Pilkada Gubernur Bali tahun 2018;

d)    mempersiapkan tim terpadu untuk penanganan tindak pidana Pemilu;

e)    mempersiapkan sistem informasi teknologi untuk mendukung pengamanan Pilkada Gubernur Bali tahun 2018;

f)     menggelar pengamanan sesuai tahapan kegiatan Pilkada Gubernur Bali tahun 2018;

f)     melaksanakan Anev pelaksanaan Pam Pilkada Gubernur Bali tahun 2018

g)    mempersiapkan rencana operasi Mantap Brata 2019 pemilihan umum Legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden;

h)    membuat usulan alokasi anggaran rencana operasi Mantap Brata 2019;

2)          peningkatkan pengamanan wilayah dan giat masyarakat melalui penggelaran personel berseragam pada sentra -sentra kegiatan publik;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan kegiatan Razia / 2-1 pada batas-batas wilayah ( Kecamatan, Kabupaten ) dan wilayah kota Tabanan ;

b)        meningkatkan Turwali Sabhara ;

c)        meningkatkan Turwali perairan.

3)          mengusulkan belanja modal pembangunan Polsek Tabanan, Kediri dan Renofasi atap Mako Polres;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        menyiapkan lahan pembangunan Polsek Kediri;

b)        mengirimkan Clereance Polsek Tabanan, renovasi   atap Gedung Polres Tabanan .

4)          optimalisasi dan proporsionalitas anggaran operasional Polres Tabanan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        menyusun Dencana Penarikan Dana (RPD);

b)        melaksanakan pengendalian anggaran.

5)          meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan instansi Pemerintah dan suasta.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah melaksanakan koordinasi dan kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Tabanan, nelayan dan masyarakat pesisir pantai dalam rangka pengamanan jalur tikus masuk wilayah Tabanan.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Terlaksananya pencegahan yang proaktif terhadap potensi kejahatan dan gangguan Kamtibmas adalah :

1)          meningkatkan kemampuan deteksi aksi intelijen dan Bhabinkamtibmas untuk mengeleminir setiap potensi gangguan dan gejolak sosial;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan giat Lidik Pam Gal intelijen

b)        melaksanakan pembentukan jaringan bidang Ipoleksosbudkam;

c)        meningkatkan pembinaan jaringan Intelijen;

d)        meninngkatkan diteksi dini   Bhabinkamtibmas.

2)          mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        mengoptimalkan program rumah Bhabin dalam pelayanan masyarakat;

b)        melaksanakan door to door system dalam pembinaan dan pelayanan masyarakat.

3)          Penggelaran personel berseragam pada daerah rawan kejahatan, macet dan laka lantas;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan kegiatan Patroli dialogis;

b)        meningkatkan patroli Lantas untuk urai kemacetan dan cegah laka ;

c)        meningkatkan pengamanan .kegiatan masyarakat.

4)          meningkatkan pengamanan obyek vital / Obvitnas;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        penempatan personel pada obyek – obyek vital;

b)        melakukan kerjasama dengan pengelola obyek vital , dan Pam swakarsa.

5)          pengamanan Pilkada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali tahun 2018 dan persiapan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melaksanakan maping potensi daerah rawan politik diwilayah hukum Polres Tabanan.

b)        mempersiapkan Operasi Mantap Praja berkoordinasi dengan Polda Bali..

c)        mengamankan setiap tahapan Pemilu Kada Gubernur 2018 , Pileg dan Pilpres tahun 2019.

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Terwujudnya penegakan hukum secara professional dan berkeadilan terhadap empat jenis kejahatan ( Konvensional, Transnasional, kejahatan terhadap kekayaan Negara dan kejahatan yang berimplikasi Kontijensi ) dan kejahatan menonjol lainnya adalah :

1)            akselerasi CTOC dalam menghadapi Transnational and Organized Crime;

untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)       penegakan hukum melalui penggalangan dan pemantauan jaringan kelompok radikal serta terorisme dengan membentuk Satgas Counter transnasional organized crime (CTOC) guna mengantisipasi ancaman kelompok radikal dan terorisme;

b)       mengoptimalkan peran reserse kriminal dalam proses penegakan hukum, khususnya pada kejahatan transnasional;

c)       mengoptimalkan entry data e-penyidikan dari tingkat Polres dan Polsek;

2)            pemantapan fungsi pencegahan dan penegakkan hukum terhadap empat jenis kejahatan, dan kejahatan menonjol;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        mengoptimalkan peran Intelijen melalui deteksi aksi, pemetaan potensi konflik dengan melakukan penggalangan kepada tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama;

b)        meningkatkan giat Patroli cegah gangguang kamtibmas;

c)        meningkatkan kesadaran hukum masyarakat melalui giat penyuluhan hukum dan Binmas;

d)        melaksanakan Lidik Sidik tindak pidana.

3)            meningkatkan pengungkapan dan penyelesaian kasus- kasus yang menjadi perhatian public meliputi kejahatan jalanan, kejahatan terhadap perempuan dan anak, terorisme, illegal fishing,korupsi, narkoba, kejahatan siber dan kejahatan ekonomi lainnya secara proporsional serta menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan penyelesaian tindak pidana yang cepat, transparan dan menjunjung tinggi HAM dalam upaya meminimalisir upaya praperadilan oleh pemohon/tersangka;

b)        mengembangkan sistem teknologi informasi SP2HP secara online.

4)            membangun kemampuan penyidikan berstandar investigasi yang ilmiah (crime investigation)

untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah meningkatkan kemampuan penyidik Polri dalam pengolahan Tempat Kejadian Perkara (Crime Scene Investigation-CSI) guna mengungkap tindak pidana secara ilmiah;

5)            menyelesaikan perkara-perkara mudah dan ringan melalui pendekatan restorative justice.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melakukan gelar perkara;

b)        menyelesaikan kasus ringan berdasarkan kesepakatan pihak pihak yang berperkara.

6)          penyelidikan dan penyidikan kasus-kasus tanah yang proporsional;

            untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)            meningkatkan penyelesaian penyidikan kasus-kasus tanah secara tuntas dan proporsional dengan membentuk tim khusus dalam pengumpulan bahan keterangan;

b)            menjalin kerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional secara transparan dan proporsional dan meningkatkan koordinasi dalam penyelidikan dan penyidikan tindak pidana berkaitan dengan kasus-kasus tanah.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas meningkatnya Kamseltibcar Lantas dan angkutan jalan adalah :

1)          mengoptimalkan giat Turwali Lalulintas guna wujudkan Kamseltibcar Lantas;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melakukan kajian black spot kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan pada daerah rawan kecelakaan lalu lintas;.

b)        penanganan kecelakaan lalu lintas menonjol dengan pemanfaatan teknologi Traffic Accident Analysis;

c)        melakukan rekayasa Lantas.

2)          optimalisasi pelaksanaan Dikyasa Lantas untuk mewujudkan budaya tertib lalulintas dan angkutan jalan.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melaksanakan kampanye tentang keselamatan lalulintas;

b)        pemasangan banner tentang ketertiban lalulintas.

 

  1. arah kebjakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Meningkatnya sinergitas Bhabinkamtibmas dan masyarakat dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban adalah :

1)            menguatkan peran Bhabinkamtibmas dalam pengelolaan dana desa sebagai unsur terdepan dalam memberikan pelayanan masyarakat;

                        untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)            meningkatkan monitoring dan mengawal pelaksanaan penyaluran dan pengelolaan dana desa bersama potensi masyarakat, agar pengelolaan dana desa dikelola sesuai peraturan perundang – undangan, transparan dan akuntabel ;

b)           meningkatkan koordinasi dengan perangkat desa dan stakeholder lainnya dalam penggunaan dan pertanggung jawaban dana desa agar terhindar dari kasus korupsi.

2)       penguatan proactive prevention dan preemtif strike dengan mengedepankan fungsi Binmas dan Satgas Sabata serta Wild Geese;

            untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)            melaksanakan silahturahmi ke tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh politik dan tokoh adat yang ada diwilayah hokum Polres Tabanan ;

b)            meningkatkan kegiatan kepolisian di basis-basis kelompok radikal, pro kekerasan dan intoleransi.

3)          meningkatkan peran FKPM (Forum Komunikasi Perpolisian Masyarakat) dalam penyelesaian masalah di masyarakat;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan kegiatan tatap muka dengan para Tomas, Toga, Toda;

b)        meningkatkan pembinaan dan penyuluhan Kamtibmas kepada masyarakat.

4)          mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai Garda terdepan pelayanan masyarakat.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        penempatan 1 orang Bhabinkamtibmas pada setiap desa dan kelurahan;

b)        meningkatkan kerjasama Bhabinkamtibmas dengan aparat Desa.

5)          proaktif membantu masyarakat dalam menanggulangi bencana alam;

untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)            meningkatkan kerja sama dan koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait dalam penanggulangan bencana alam;

b)           pemberdayaan potensi masyarakat dalam meningkatkan kesadaran gotong royong dalam mengantisipasi terjadinya bencana alam.

c)            Membentuk posko siaga bencana;

d)           Meningkatkan kemmpuan personel melalui pelatihan SAR.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Terlaksananya pembinaan, pengawasan dan penegakan hukum di lingkungan Polres Tabanan adalah :

1)          meningkatkan pembinaan profesi yang meliputi penilaian akreditasi dan penegakan etika profesi;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        meningkatkan pengawasan dan pendataan permasalahan yang diterima dari internal maupun eksternal Polri;

b)        melaksanakan siding disiplin terhadap personel yang melanggar disiplin dan kode etik.

2)          mengoptimalkan sentra pelayanan yang ada dan sistem informasi Dumas berbasis TI;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        membuka akses kepada masyarakat melalui aplikasi “ salak Bali “ tentang keluhan masyarakat;

b)        sosialisasi aplikasi “Salak Bali “ kepda masyarakat.

3)          monitoring dan pengawasan atas Dumas oleh unit- unit dalam lingkungan Polres Tabanan.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan adalah menindaklanjuti setiap pengaduan masyarakat secara professional.

 

  1. arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas penguatan bidang kehumasan melalui keterbukaan informasi publik (KIP) adalah :

1)          membangun dan mengembangkan Keterbukaan Informasi Publik melalui pengelolaan informasi dan dokumentasi ( PID );

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        penguatan bidang kehumasan melalui management media untuk mengcounter opini negatif, pendataan dan pemecahan permasalahan serta memanfaatkan media secara live untuk   mengekspose setiap program-program Polres Tabanan;

b)        optimalisasi pelaksanaan PID.

2)          meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polres Tabanan dan soliditas melalui penerangan internal dan eksternal.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        memanfaatkan media sosial sebagai strategi Polres Tabanan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri;

b)        meningkatkan koordinasi dan kerjasama dengan wartawan.

 

  1. Arah kebijakan dalam rangka pencapaian sasaran prioritas Terwujudnya akuntabilitas kinerja Polres Tabanan adalah :

1)          optimalisasi proporsionalitas anggaran operasional Polres Tabanan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melaksanakan penyerapan anggaran berpedoman pada RDP ( Rencana Penarikan Dana );

b)        membuat laporan realisasi anggaran Satker per program, per kegiatan dan per akun detail.

2)          melakukan analisa dan evaluasi daya serap anggaran jajaran Polres Tabanan;

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        melaksanakan supervise ke Polsek jajaran Polres Tabanan tentang penyerapan anggaran ;

b)        melaporkan Realisasi anggaran melalui aplikasi Smap dan Smart.

3)          melakukan analisa dan evaluasi Akuntabilitas Kinerja Kesatuan.

Untuk mewujudkan pencapaian arah kebijakan tersebut maka strategi yang akan dilakukan:

a)        menyusun Perjanjian kinerja;

b)        melaporkan pencapaian kinerja setiap triwulan ke satuan atas;

c)        menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah ( LKIP ) Polres Tabanan.

 

  1. PROGRAM KEGIATAN DAN PAGU INDIKATIF

1. Polres Tabanan melaksanakan 7 Program dan 26 Kegiatan.

2. Pagu Indikatif

Rencana anggaran Polres Tabanan dalam Pagu Indikatif TA. 2018 sebesar Rp. 91.591.559.000,- terdiri dari sumber RM sebesar Rp. 87.360.625.000,- dan sumber PNBP sebesar Rp. 4.230.934.000. Anggaran per belanja sebagai berikut :

  1. Belanja Pegawai sebesar Rp. 71.856.002.000,-
  2. Belanja Barang sebesar Rp. 19.735.557.000,-
  3. Belanja Modal sebesar Rp. 0,-

 

  1. PENUTUP

Demikian Rencana Kerja Kepolisian Resor Tabanan TA. 2018 ini disusun sebagai pedoman dalam menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan dan mendapatkan dukungan anggaran dalam pelaksanaan tugas – tugas Polri pada Polres Tabanan dan jajaran pada tahun 2018.

KAPOLRES TABANAN

KAPOLRES TABANAN

KAPOLRES TABANAN AKBP I MADE SINAR SUBAWA, S.I.K.

lantastabanan-link-banner

lantastabanan-link-banner

Berita dan Informasi

Berita dan Informasi

Poling

Sejauh mana Portal Kepolisian Resor Tabanan dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang Kepolisian di Tabanan ?

View Results

Loading ... Loading ...

Buku Tamu

Previous Next

» Leave a reply




Connect with

https://www.facebook.com/pages/Polres-Tabanan/344492598926439

Connect With :

twitter @tabanan_polres

twitter @tabanan_polres

E – Berkat Bli Polres Tabanan

E – Berkat Bli Polres Tabanan
Home | Profil Instansi | Pelayanan | Informasi | Fungsi dan Bagian | DPO | Berita | Kontak
Kepolisian Resor Tabanan Jl. Pahlawan 12, Tabanan - Bali 82113. Phone : 0361 - 811210