LKIP

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LKIP)

POLRES TABANAN TAHUN 2018

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan hidayahNya, Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Polres Tabanan telah selesai disusun dan dapat disajikan untuk memberikan gambaran mengenai pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta dukungan anggaran tahun 2018.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) dilingkungan Polri khususnya Polres Tabanan dapat terselesaikan dengan baik sesuai apa yang direncanakan dan tepat waktu. Laporan tersebut sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan program, kegiatan, sasaran, tujuan dan indikator keberhasilan dan kegagalan dalam pengukuran pencapaian sasaran dan pengukuran kinerja kegiatan yang selaras guna menyampaikan pertanggung jawaban kinerja Polres Tabanan selama satu tahun anggaran 2018.

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Polres Tabanan Tahun 2018 ini sudah barang tentu masih banyak kekurangan, namun demikian Polres Tabanan selalu berbuat yang terbaik untuk menyempurnakan penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah pada tahun–tahun berikutnya, dengan segala kekurangan dan keterbatasan yang ada kami mengharap masukan dan saran guna perbaikan, baik dalam tugas pokok dan fungsi maupun dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah dimasa datang.

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2018 Polres Tabanan dibuat sebagai pertanggung jawaban kinerja dan anggaran, sehingga dapat menentukan arah kebijakan Pimpinan serta menjadi acuan kinerja untuk meningkatkan prestasi ditahun berikutnya.

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. Latar Belakang

Kepolisian Resor Tabanan merupakan bagian dari Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai instansi pemerintah mempunyai kewajiban menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sebagaimana diamanatkan Peraturan PresidenRepublik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan ReformasiBirokrasi Republik Indonesia Nomor53 Tahun 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah (LKIP) dan Peraturan Kapolri No 7 tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Kapolri No 20 tahun 2012 tentang Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah di lingkungan Polri. LKIP merupakan laporan pertanggungjawaban instansi pemerintah atas akuntabilitas kinerja yang telah ditetapkan selama kurun waktu 1 (satu) tahun dan sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik serta dalam rangka mewujudkan Good Governance, yang merupakan bentuk akuntabilitas kepada negara serta menjadi media informasi kepada publik mengenai capaian kinerja yang telah dilakukan Polres Tabananselama Tahun 2018.

Berbagai perubahan akibat globalisasi dan perubahan sistem ketatanegaraan, membawa implikasi penting bagi Kepolisian Resor Tabanan. Polri sebagai institusi kenegaraan yang memiliki fungsi menegakkan hukum, sebagai aparat penegak hukum, pemelihara keamanan dan ketertiban, serta pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Polri harus menyesuaikan diri terhadap perubahan dengan meningkatkan kualitas diri agar mampu menjalankan tugas pokoknya secara profesional. Untuk itu pula Polri telah melakukan berbagai perubahan baik struktural, instrumental, maupun kultural, dengan membangun paradigma baru Polri.

Pembangunan Nasional sebagai penjabaran Operasional Nawa Cita, dimana dalam agenda pertama yaitu menghadirkan negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, dengan salah satu sub agenda yaitu membangun Polri yang profesional. Adapun sasaran yang ingin dicapai dalam sub agenda dimaksud adalah terwujudnya Polri yang profesional guna meningkatkan kepercayaan publik (publik trust) terhadap Polri dengan arah kebijakan dan strategi Polres Tabanan pada pelaksanaan Renstra Polres Tabanan Tahun 2015-2019 (Strive For Excellent), dimana tahun ini akan melanjutkan pelayanan masyarakat yang prima dan kebulatan sinergi polisional yang produktif dengan didukung almatsusPolri berbasis Teknologi Kepolisian guna menghadapi kondisi daya saing bangsa dan keunggulan nasional.

Secara administratif kabupaten Tabanan terdiri atas 10 kecamatan,133 Desadan 344 Desa pekraman dengan jumlah penduduk sekitar505.227 jiwa dengan penyebaran dan kepadatan penduduk rata-rata 601 orang/km2, dimana mata pencaharian masyarakat antara lain pariwisata, pegawai negeri, nelayan dan petani dengan mayoritas penduduk suku Bali pemeluk agama Hindu yaitu sekitar 84,5 %, sedangkan suku lainnya bersifat minoritas sebagai penduduk pendatang.

Adapun Kecamatan yang ada di Tabanan yaitu Kecamatan Tabanan, Kecamatan Kediri, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Pupuan, Kecamatan Penebel, Kecamatan Marga dan Kecamatan Baturiti, yang paling luas adalah Kecamatan Pupuan (179,02Km2) yang meliputi 21,33% dari luas Kabupaten Tabanan, sedangkan yang paling kecil adalah Kecamatan Kerambitan (42,39 Km2) atau 5,05% dari Kabupaten Tabanan.

Beberapa keberhasilan yang telah digelar dalam mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian Resor Tabanan, diantaranya di bidang Organisasi sebagai bagian dari reformasi birokrasi dengan ditetapkannya Perkap Nomor 21 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Kepolisian Negara Republik Indonesia, nomor 22 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Kepolisian Daerah, dan Perkap Nomor 23 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Satuan Organisasi pada Tingkat Kepolisian Resor dan Kepolisian Sektor, Polres Tabanan telah berusaha untuk mendorong sebaran pelayanan Kamtibmas dan meningkatkan pelaksanaan tupoksinya dibidang keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya dalam pengungkapan dan penanganan kasus 4 (empat) jenis kejahatan (kejahatan konvensional, kejahatan transnasional, kejahatan yang berimplikasi kontijensi dan kejahatan terhadap kekayaan negara). Polres Tabanan telah melakukan upaya-upaya penanganan dan mencapai beberapa keberhasilan. Namun demikian masih terdapat potensi ancaman yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas untuk tetap diwaspadai dan diantisipasi antara lain kelompok terorisme, kelompok radikal/separatisme, korupsi, perampokan, pembunuhan, pencurian, konflik sosial, penyelundupan, narkotika dan kejahatan lainnya.

Tantangan tugas Polri ke depan akan semakin berat seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, sangat berpengaruh terhadap kondisi kamtibmas yang berdampak pada operasionalisasi tupoksi Polri di lapangan. Untuk menghadapi hal tersebut, kondisi peralatan Polri yang ada saat ini dirasakan belum mampu mengimbangi perkembangan tersebut. Masih adanya permasalahan-permasalahan sosial di tengah-tengah kehidupan masyarakat yang berimbas kepada sektor-sektor kehidupan yang berpotensi dapat menimbulkan potensi konflik yang pada akhirnya berdampak pada meningkatnya gangguan Kamtibmas di masyarakat. Selain itu, seiring perkembangan jaman, pergeseran nilai-nilai sosial di masyarakat yang begitu cepat bergulir juga berdampak terhadap berkembangnya gangguan kamtibmas.

2. Sistimatika Penyajian

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Polres Tabanan Tahun 2018 disusun dengan tata urut sebagai berikut :

BAB I         :       Pendahuluan, memuat tentang Latar Belakang, disajikan penjelasan umum organisasi dengan penekanan kepada aspek strategis organisasi serta permasalahan, kedudukan tugas dan Fungsi, Struktur Organisasi dan  Sistimatika Penyajian.

BAB II        :       Perencanaan Kinerja, memuat tentang Rencana Strategis, sasaran strategis dan Perjanjian Kinerja.

BAB III       :       Akuntabilitas Kinerja, memuat tentang Capaian Kinerja Organisasi diantaranya: Pengukuran capaian kinerja, capaian indikator kinerja utama, analisa capaian kinerja dan Realisasi Anggaran.

BAB IV       :       Penutup, memuat tentang simpulan dan langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya.

Lampiran   :

  1. Perjanjian Kinerja Polres Tabanan Tahun 2018.
  2. Formulir Pengukuran Kinerja Tahun 2018.
  3. Struktur Organisasi Polres Tabanan.
  4. Piagam Penghargaan.

 

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

 A. Rencana Strategis Polres Tabanan

Pada pelaksanaan Renstra Polres Tabanan tahun 2015-2019 merupakan tahap III (Strive For Excellent) dimana dalam tahapan capaian 2018 adalah meningkatkan pelayanan masyarakat yang prima sampai jajaran kewilayahan terjauh dan sinergi polisional yang produktif dengan didukung sumber daya manusia berkualitas guna menghadapi kondisi daya saing bangsa dan keunggulan nasional.

Pelaksanaan tugas Polri pada tahun 2018 memiliki tantangan tersendiri terkait dengan implementasi program Nawa Cita yang diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Yusup Kalla dalam rangka perekonomian bangsa. Polri sebagai pelaksana utama fungsi Harkamtibmas harus dapat mengantisifasi berbagai perkembangan situasi sehingga apa bila muncul potensi gangguandapat ditangani secara cepat, profesional, modern dan proporsional.

Beberapa keberhasilan yang telah digelar dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri di bidang Organisasi dan Sistem Perencanaan Penganggaran di antaranya penggelaran struktur organisasi Polri yang menganut sistem paramida dalam Postur Kekuatan Polri yang berstandar Profesional, Bermoral dan Modern (PBM) dengan lapis kekuatan Mabes Kecil, Polda Cukup, Polres Besar dan Polsek Kuat. Di bidang pelayanan telah dikembangkan Polsubsektor guna mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sebagaimana tertuang dalam:

 

  1. Visi;

Terwujudnya postur personil Polres Tabanan sebagai sosok pengayom, pelindung,pelayan   dan   sahabat   masyarakat     serta     penegak     hukum yang profesional,   modern   dan   terpercaya     guna   mendukung terciptanya Kamtibmas   yang berlandaskan gotong   royong menuju ”Shanti Jagadhita” untuk mewujudkan ”Tabanan Serasi” (Sejahtera, Aman dan Berprestasi);

  • Tabanan Sejahtera : Terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat Tabanan yang cerdas, berderajat sehat, serta berakhlak yang tinggi, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya dan politik yang mantap dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelolaan sumber daya alam, dan pelestarian lingkungan hidup;
  • Tabanan Aman :  Terjaminnya rasa aman masyarakat dan dunia usaha yang ditandai dengan terciptanya keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat dalam pencapaian kesejahteraannya melalui penguatan di bidang hukum, peningkatan mutu pengelola pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih;
  • Tabanan Berprestasi :Terwujudnya prestasi keluarga, perempuan dan pemuda, pendidik, paramedis, petani, peternak, nelayan, pengerajin, budayawan, olahragawan, dunia usaha, serta penyelenggaraan pemerintahan Kabupaten Tabanan, di berbagai kancah penggalangan keunggulan maupun prestasi dalam lingkup regional, nasional dan internasional;

 

  1. Misi

Mengacu kepada Visi Polres Tabanan Terwujudnya postur personil Polres Tabanan sebagai sosok pengayom,pelindung,pelayandansahabat   masyarakat sertapenegak hukum yang profesional,modern dan terpercaya gunamendukung terciptanya Kamtibmasyang berlandaskan gotongroyong menuju”Shanti Jagadhita”untuk mewujudkan”Tabanan Serasi” (Sejahtera, Aman dan Berprestasi) maka misi Polres Tabanan sebagai berikut :

1)        meningkatkan soliditas dan sinergitas fungsi operasional dan pembinaan pada Polres Tabanan;

2)        reformasi internal bidang sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran;

3)        melaksanakan revolusi mental menuju perubahan mindset dan cultura set kearah yang lebih baik ;

4)        melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat secara mudah, responsif, dan transparan serta akuntabel;

5)        memelihara keamanan, ketertiban masyarakat dan mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan situasi dan kondisi yang kondusip;

6)        memelihara keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas;

7)        memperkuat kemampuan personil mencegah kriminalitas melalui pengembangan perpolisian masyarakat;

8)        meningkatkan pelayanan prima kepolisian untuk meningkatkan public trust;

9)        meningkatkan kemampuan deteksi dini fungsi intelijen dan Bhabinkamtibmas;

10)     meningkatkan kemampuan penegakkan hukum melalui pelatihan;

11)     meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan menggalang potensi masyarakat untuk memelihara Kamtibmas;

12)     menghadirkan anggota berseragam pada sentra-sentra pelayanan publik

 

3.      Tujuan

1)          terwujudnya organisasi Polres Tabanan yang good governance khususnya pada sentra-sentra pelayanan langsung kepada masyarakat dan clean government serta bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN)

2)          terwujudnya reformasi di tubuh personil Polres Tabanan yang mampu mengubah mindset (pola pikir) dan culture set (budaya) ke arah yang lebih baik

3)          terwujudnya personil Polres Tabanan yang solid, profesional, bermoral, modern dan unggul dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang ada di wilayah hukum Polres Tabanan;

4)          terpeliharanya situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tabanan sehingga dapat memberi rasa aman, tentram dan damai bagi masyarakatTabanan;

5)          menurunnya angka pelanggaran hukum dan indek kriminalitas serta meningkatnya penuntasan kasus kriminalitas dan laka lantas untuk menciptakan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri;

6)          terungkapnya jaringan kejahatan transnasional terutama Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza), perdagangan manusia dan money laundring (pencucian uang) serta pengungkapan kasus-kasus lain dan pemberantasannya;

7)          penegakan hukum yang cepat, transparan, akuntabel dan anti KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) pada setiap kasus-kasus kriminalitas yang terjadi meliputi 4 jenis kejahatan tanpa diskriminasi dan tidak melanggarHak Asasi Manusia (HAM) di wilayah hukum Polres Tabanan;

8)          terwujudnya pengembangan perpolisian masyarakat dengan mendorong partisipasi masyarakat seluas luasnya untuk ikut aktif dalam pelaksanaan tugas-tugas Kepolisian yang berorientasi kepada penyelesaian akar masalah;

9)          terbangunnya kemitraan dengan instansi pemerintah dan masyarakat dalam upaya mewujudkan kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tabanan khususnya dalam penanganan konflik sosial yang terjadi di masyarakat;

10)       terwujudnya penindakan tegas oknum Polri yang melakukan penyalahgunaan wewenang, pelanggaran disiplin dan pelanggaran hukum lainnya sehingga menimbulkan efek jera;

11)       mengamankan setiap kebijaksanaan pemerintah dan melakukan antisipasi dini terhadap penyimpangan dan timbulnya gejolak sosial yang terjadi di masyarakat;

 

  1. Sasaran Strategis

Mengacu kepada sasaran pembangunan nasional bidang pertahanan dan keamanan 2015-2019 yaitu “terwujudnya penguatan pertahanan Nasional dan keamanan dalam negeri” maka sasaran strategis Polres Tabanan Tahun 2018 dengan mendasari pencapaian pelayanan publik yang unggul (strive for excellent) adalah;

1)    Meningkatnya personel Polres Tabanan yang beriman, professional, modern dan terpercaya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang ada diwilayah hukum Polres Tabanan

a)     Persentaseanimomasyarakat yang mendaftarmenjadianggotaPolrimelaluiPolresTabanan;

b)     Persentase personel yang memiliki standar kompetensi sesuai bidang tugas dan jabatan.

c)     Persentase peserta yang mengikuti Assesment Jabatan di lingkungan PolresTabanan di Polda Bali.

d)     Persentase kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan personel moderen;

e)     Persentase penurunan jumlah pelanggaran disiplin/tatib yang dilakukan anggota;

f)      Persentase penurunan pengaduan masyarakat tentang anggota Polri dan PNS di PolresTabanan.

g)     Persentase ketepatan waktu datang ke TKP untuk olah TKP dan TPTKP.

h)     Persentase Indeks kepuasan layanan Kepolisian.

i)       Persentase atas pengaduan pelayanan kepolisian yang di tindak lanjuti.

j)       Persentase penurunan complin/pengaduan masyarakat terhadap pelayanan Polri.

 

2)    Terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Tabanan terutama pintu-pintu masuk wilayah Tabanan yang terbebas dari gangguan Kamtibmas.

a)    Persentase produk intelijen yang dapat digunakan dalam operasi Kepolisian;

b)    Persentase potensi gangguan Kamtibmas tidak menjadi gangguan nyata;

c)    Persentase penurunan daerah rawan gangguan Kamtibmas;

d)    Persentase penurunan unjuk rasa tidak anarkis;

e)    Persentase penurunan wilayah konflik sosial;

f)     Persentase Giat Bintibmas Polisi Perairan;

g)    Persentase Giat Turjawali yang dilaksanakan sesuai SOP;

h)   Persentase Giat Pengamanan Obvit / Obvitnas.

 

3)    Meningkatnya Kamseltibcar Lantas dalam rangka mendukung program Decade Of Action For Road Safety 2011 – 2020.

a)    Persentase penurunan jumlah pelanggaran lantas yang berpotensi Laka;

b)    Persentase penurunan Laka Lantas;

c)    Persentase penurunan angka kematian korban Laka Lantas;

d)    Persentase penurunan jumlah titik rawan kemacetan lalulintas.

 

4)    Menigkatnya pengungkapan dan penyelesaian kasus Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

Persentase penurunan kasus tindak pidana Narkotika dan Psikotropika.

 

5)    Meningkatnya pengungkapan dan penyelesaian empat jenis kejahatan, kejahatan jalanan dan kejahatan yang menonjol (crime indeks)

Persentase penurunan kasus empat jenis kejahatan.

 

6)    Meningkatnya pengungkapan dan penyelesaian tindak pidana yang cepat, transparan yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM.

a)    Persentase pengungkapan dan penyelesaian tindak pidana yang ditangani Polres Tabanan sesuai SOP sampai berkas dinyatakan P21;

b)    Persentase penyelesaian perkara tindak pidana di luar Pengadilan / Arbitrase /Restorative Justice (SP3);

c)    Persentase penyampaian Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan ( SP2HP );

d)    Persentase Praperadilan yang diajukan oleh Pemohon( Tersanka / kuasa hukum ) yang di menangkan oleh Polri.

 

7)    Meningkatnya sinergitas Bhabinkamtibmas di seluruh Desa/Kelurahan dalam rangka implementasi polmas dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan gejala sosial masyarakat Tabanan.

a)    Persentase informasi masyarakat yang di tindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas;

b)    Penyelesaian permasalahan sosial yang di lakukan oleh Bhabinkamtibmas bersama Komunitas masyarakat /FKPM.

 

8)    Terlaksananya pelayanan masyarakat yang berbasis teknologi dan sistem informasi kepolisian secara berkelanjutan dan terintegrasi seluruh satuan kerja Polres Tabanan dalam mendukung kinerja yang optimal.

Persentase   masyarakat yang dilayani melalui pelayanan On-line pada PolresTabanan:

  1. Pelayanan Samsat On-line;
  2. Pelayanan SP2HP On-line;
  3. Pelayanan SIM On-line.

 

9)    Meningkatkan kemitraan, kerjasama, partisipasi masyarakat dan sinergitas polisional dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat .

a)    Persentase MoU yangefektif;

b)    Persentase penyelesaian permasalahan yang di tangani melalui FGD.

 

10) Terlaksananya penegakan hukum dan sistem pengawasan yang efektif di lingkungan Polres Tabanan.

a)    Persentase penurunan sikap perilaku personel yang melanggar disiplin dan etika profesi;

b)    Persentase penurunan jumlah tindak pidana yang melibatkan anggota Polri.

11) Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja Polres Tabanan.

Hasil penilaian Akuntabilitas kinerja dari Itwasda Polda Bali.

 

B. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja disusun berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 53 Tahun 2014 tanggal 20 Nopember 2014 tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah dan Peraturan Kapolri nomor 6 Tahun 2015 tentang perubahan atas peraturan Kapolri nomor 11 Tahun 2012 tentang penyusunan penetapan kinerja di lingkungan Polri. Perjanjian kinerja merupakan dokumen yang berisikan penugasan dari pimpinan instansi yang lebih tinggi kepada pimpinan instansi yang lebih rendah untuk melaksanakan program/kegiatan yang disertai dengan indikator kinerja, terwujudlah komitmen penerima amanah dan kesepakatan antara penerima dan pemberi amanah atas kinerja terukur tertentu berdasarkan tugas, fungsi dan wewenang serta sumber daya yang tersedia.

Tujuan penyusunan Perjanjian Kinerja adalah;

  1. sebagai wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja aparatur;
  2. menciptakan tolak ukur kinerja sebagai dasar evaluasi kinerja aparatur;
  3. sebagai dasar penilaian keberhasilan/kegagalan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi dan sebagai dasar pemberian penghargaan dan sangsi;
  4. sebagai dasar bagi pemberi amanah untuk melakukan monitoring, evaluasi dan supervisi atas perkembangan/kemajuan kinerja penerima amanah; dan
  5. sebagai dasar dalam penetapan sasaran kinerja pegawai.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Polres Tabanan Tahun 2018 merupakan wujud Akuntabilitas Pencapaian Kinerja dari pelaksanaan Rencana Strategis Polres Tabanan Tahun 2015-2019 dan Rencana Kerja Tahunan 2018 yang telah ditetapkan melalui Perjanjian Kinerja Tahun 2018, Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Polres Tabanan Tahun 2018 ini pada hakekatnya merupakan kewajiban dan upaya untuk memberikan penjelasan mengenai akuntabilitas terhadap kinerja yang telah dilakukan selama satu tahun anggaran Tahun 2018. Polres Tabanan talah membuat perjanjian kinerja TA. 2018, kegiatan yang disusun dalam Perjanjian Kinerja adalah kegiatan yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Polres Tabanan. Perjanjian Kinerja ini merupakan tolak ukur evaluasi akuntabilitas kinerja pada akhir tahun 2018.

 

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

         Pengukuran tingkat capaian kinerja Polres Tabanan Tahun 2018 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja dengan realisasinya. Tingkat capaian kinerja berdasarkan hasil pengukurannya dapat diilustrasikan dalam uraian sebagai berikut :

CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

           1).      Pengukuran Capaian Kinerja         

Pengukuran tingkat capaian kinerja Polres Tabanan Tahun 2018dilakukan dengan cara membandingkan antara target dan realisasi masing-masing indikator kinerja setiap sasaran. Rincian tingkat capaian kinerja masing-masing indikator tersebut dapat dilihat dalam tabel pada lampiran pengukuran kinerja.

Secara umum terdapat beberapa keberhasilan pencapaian sasaran strategis berikut indikator kinerjanya telah tercapai, namun demikian juga masih ada beberapa sasaran strategis yang belum optimal diwujudkan dalam TA. 2018. Namun terhadap sasaran maupun target indikator yang belum berhasil diwujudkan sepenuhnya, telah dilakukan beberapa analisa dan evaluasi sebagai bahan umpan balik (feedback) dalam rangka peningkatan capaian kinerja, di masa yang akan datang.

2).      Capaian Indikator Kinerja Utama

Sebagai pelaksanaan dari Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Nomor 53 Tahun 2014, tentang petunjuk teknis perjanjian kinerja, pelaporan kinerja dan tata cara Reviu atas laporan kinerja instansi pemerintah. Polri telah menetapkan Keputusan Kapolri nomor : Kep/480/VII/2012 tanggal 24 Agustus 2012 sebagai penetapan indikator Kinerja utama dilingkungan Polri. Selanjutnya Polda Bali menyusun indikator kinerja utama yang merupakan tolak ukur keberhasilan organisasi secara menyeluruh yang menggambarkan tugas pokok dan fungsi serta peran Polres Tabanan.

Dalam suatu organisasi, terdapat banyak indikator atau ukuran yang dapat dipergunakan untuk mengukur tingkat keberhasilan sebuah kinerja, oleh sebab itu sebagai langkah yang rasionalyang paling utama sebagai kriteria mengukur keberhasilan kinerja suatu organisasi. Indikator tersebut dinamakan indikator kinerja utama (Key Performance Indicators). Melalui indikator kinerja utama tergambar proporsionalitas dan akuntabilitas mengenai keberhasilan suatu organisasi sesuai dengan tugas pokok, fungsi, serta peran yang diembannya. Indikator kinerja utama yang dirumuskan ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada berbagai pihak yang berkepentingan tentang hasil yang telah dicapai.

 

Tabel 1

Tabel Pengukuran Kinerja

Sasaran

Strategis

Indikator

Kinerja

Target

Realisasi

Capaian

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

  1. Meningkatnya personel Polres Tabanan yang beriman, professional, modern dan terpercaya dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat yang ada diwilayah hukum Polres Tabanan.
  1. Persentase animo masyarakat yang mendaftar menjadi anggota Polri melalui PolresTabanan;
100%

 

93%

 

93%

 

  1. Persentase personel yang memiliki standar kompetensi sesuai bidang tugas dan Jabatan;
100%

 

112%

 

112%

 

  1. Persentase peserta yang mengikuti Assessment Jabatan di lingkungan PolresTabanan di Polda Bali;
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Persentase kegiatan pelatihan dalam rangka peningkatan kemampuan Personel modern;
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Persentase penurunan jumlah pelanggaran disiplin/tatib yang dilakukan anggota;
100%

 

61%

 

61%

 

  1. Persentase penurunan pengaduan masyarakat tentang anggota Polri dan PNS di PolresTabanan;
100%

 

75%

 

75%

 

  1. Persentase ketepatan waktu datang ke TKP untuk olah TKP dan TPTKP;
100%

 

115%

 

115%

 

  1. PersentaseIndeks kepuasan layanan Kepolisian;
100%

 

97%

 

97%

 

  1. Persentase atas pengaduan pelayanan kepolisian yang di tindak lanjuti;
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Persentase penurunan complin/pengaduan masyarakat terhadap pelayanan Polri.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Terpeliharanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Tabanan terutama pintu-pintu masuk wilayah Tabanan   yang terbebas dari gangguan Kamtibmas
  1. Persentase produk intelijen yang dapat digunakan dalam operasi Kepolisian;

 

100%

 

128%

 

128%

 

 
  1. Persentase potensi gangguan Kamtibmas tidak menjadi gangguan nyata;
100%

 

64%

 

64%

 

  1. Persentase penurunan daerah rawan gangguan Kamtibmas;
100%

 

94%

 

94%

 

  1. Persentase penurunan unjuk rasa tidak anarkis;
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Persentase penurunan wilayah konflik sosial;
100%

 

82%

 

82%

 

  1. Persentase Giat Bintibmas Polisi Perairan;
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Persentase Giat Turjawali yang dilaksanakan sesuai SOP;
100%

 

102%

 

102%

 

  1. Persentase Giat Pengamanan Obvit / Obvitnas.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Meningkatnya Kamseltibcar Lantas dalam rangka mendukung program Decade Of Action For Road Safety 2011 – 2020.
  1. Persentase penurunan jumlah pelanggaran lantas yang berpotensi Laka;
100%

 

81%

 

81%

 

  1. Persentase penurunan Laka Lantas;
100%

 

90%

 

90%

 

  1. Persentase penurunan angka kematian korban laka lantas;
100%

 

101%

 

101%

 

  1. Persentase penurunan jumlah titik rawan kemacetan lalulintas.
100%

 

67%

 

67%

 

  1. Menigkatnya pengungkapan dan penyelesaian kasus Narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.
Persentase penurunan kasus tindak pidana Narkotika dan Psikotropika. 100%

 

111%

 

111%

 

  1. Meningkatnya pengungkapan dan penyelesaian empat jenis kejahatan, kejahatan jalanan dan kejahatan yang menonjol (crime indeks)
Persentase penurunan kasus empat   jenis kejahatan. 100%

 

90%

 

90%

 

  1. Meningkatnya pengungkapan dan penyelesaian tindak pidana yang cepat, transparan yang menjunjung tinggi supremasi hukum dan HAM.
  1. Persentase pengungkapan dan penyelesaian tindak pidana yang ditangani Polres Tabanan sesuai SOP sampai berkas dinyatakan P21;
100%

 

65%

 

65%

 

  1. Persentase penyelesaian perkara tindak pidana di luar Pengadilan / Arbitrase /Restorative Justice (SP3);
100%

 

58%

 

58%

 

  1. Persentase penyampaian Surat Pemberitahuan Hasil Penyidikan ( SP2HP );
100%

 

116%

 

116%

 

  1. Persentase Praperadilan yang diajukan oleh Pemohon( Tersangka / kuasa hukum ) yang di menangkan oleh Polri.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Meningkatnya sinergitas bhabinkamtibmas di seluruh desa/kelurahan dalam rangka implementasi polmas dan melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan gejala sosial masyarakat Tabanan.
  1. Persentase informasi masyarakat yang di tindaklanjuti oleh Bhabinkamtibmas;
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Penyelesaian permasalahan sosial yang di lakukan oleh Bhabinkamtibmas bersama Komunitas masyarakat /FKPM.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Terlaksananya pelayanan masyarakat   yang berbasis teknologi dan sistem informasi kepolisian secara berkelanjutan dan terintegrasi seluruh satuan kerja Polres Tabanan dalam mendukung kinerja yang optimal.
Persentase     masyarakat yang dilayani melalui pelayanan On-line pada PolresTabanan:

  1. Pelayanan Samsat On-line;
  2. Pelayanan SP2HP On-line;
  3. Pelayanan SIM On-line.
 

 

 

100%

100%

100%

 

 

 

 

 

110%

125%

103%

 

 

 

 

 

110%

125%

103%

 

 

  1. Meningkatkan kemitraan, kerjasama, partisipasi masyarakat dan sinergitas polisional dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat
  1. Persentase MoU   yangefektif.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Persentase penyelesaian permasalahan yang di tangani melalui FGD.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Terlaksananya penegakan hukum dan sistem pengawasan yang efektif di lingkungan Polres Tabanan.
  1. Persentase penurunan sikap perilaku personel yang melanggar disiplin dan etika profesi;
100%

 

33%

 

33%

 

  1. Persentase penurunan jumlah tindak pidana yang melibatkan anggota Polri.
100%

 

100%

 

100%

 

  1. Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja Polres Tabanan
Hasil penilaian Akuntabilitas kinerja dari Itwasda Polda Bali. A A A

 

REALISASI ANGGARAN

Realisasi pendapatan Negara pada TA. 2018 adalah berupa pendapatan Negara bukan pajak sebesar Rp.22.197.151.716,- dari estimasi pendapatan sebesar Rp. 47.800.000,-

Realisasi Belanja Negara pada TA. 2018 adalah sebesar Rp 104.925.886.722,-atau mencapai 99%, dari alokasi anggaran sebesar Rp. 105.901.196.000,-

Kendala yang berkaitan dengan penyerapan anggaran Polres Tabanan T.A 2018;

  1. dalam penyerapan anggaran lidik sidik (pendukung Promoter Program 9) penegakan hukum yang lebih profesional, anggaran yang dialokasikan belum bisa diserap secara maksimal karena kurangnya pemahaman pelaksana anggaran dalam pelaksanaan kegiatan pendukung Promoter Program 9 tersebut;
  2. Keterlambatan proses lelang melalui LPSE dalam pengadaaan barang dan jasa mengakibatkan keterlambatan dalam penyerapan anggaran;
  3. Optimalisasi penggunaan kekuatan dalam penyerapan anggaran tidak maksimal karena pelibatan personil dalam kegiatan operasional satuan atas tiudak direncanakan dalam giat satuan wilayah.

Upaya dalam penanganan kendala;

  1. Meningkatakan asistensi pembinaan terhadap pelaksana anggaran melalui sosialisasi DIPA RKA-K/L serta pengendalian anggaran;
  2. Menunjuk personil untuk megikuti pelatihan pengadaan barang dan jasa untuk mendapatkan sertifikasi;
  3. Singkronisasi ketentuan peraturan tendang mekanisme penggunaan anggaran antara Satker dan KPPN; dan
  4. Melakukan revisi terhadap anggaran yang tidak bisa diserap untuk dialokasikan ke kegiatan yang lain.

 

BAB IV

PENUTUP

  1. Simpulan

Pelaksanaan kegiatan Polres Tabanan Tahun 2018 telah dilaksanakan sesuai Rencana Kerja dan Perjanjian Kinerja yang telah ditentukan, meskipun dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, hambatan maupun kendala. Adapun simpulan dari pelaksanaan tersebut dapat tercapai dari 11 sasaran strategis dan34 indikator kinerja utama yang tertuang dalam perjanjian kinerja Polres Tabanan Tahun Anggaran 2018, dengan kriteria adanya peningkatan dan penurunan capaian pada beberapa indikator kinerja yaitu:

  1. Peningkatan capaian kinerja yang dinilai meningkat secara signifikan terjadi pada indikator kinerja Polres Tabanan:
  2. Persentase penurunan titik rawan macet dari 6 titik di tahun 2017 menjadi 2 titik di tahun 2018;
  3. Penurunan wilayah konflik sosial dari 11 konflik di tahun 2017 mendadi 2 konflik di tahun 2018;
  4. Persentase pengungkapan tindak pidana Narkotika dari JTP 20 kasus, PTP 22 kasus ditahun 2018, sedangkan tahun 2017 JTP 18 kasus, PTP 15 kasus.
  5. Capaian kinerja yang dinilai menurun tingkat keberhasilannya terdapat pada indikator kinerja Polres Tabanan :

a. Persentase penurunan jumlah laka lantas ditahun 2017 168 kasus, ditahun 2018 sebanyak 319 kasus, atau meningkat sebesar 151 kasus;

b. Persentase penurunan angka kematian korban Lakalantas tahun 2017 sebanyak 71 korban, ditahun 2018 sebanyak 72 korban;

c. Persentase penurunan sikap prilaku personel yang melanggar disiplin dan etika propesi tahun 2017 sebank 6 pelanggaran, di tahun 2018 sebanyak 8 pelanggaran.

2. Langkah yang akan dilakukan untuk meningkatkan kinerjanya.

Dari simpulan tersebut diatas, dapat diartikan bahwa capaian kinerja Polres Tabanan secara umum sudah sesuai dengan target kinerja yang telah ditetapkan, namun untuk peningkatan capaian kinerja Polres Tabanan pada masa yang akan datang sebagai pertanggung jawaban akuntabilitas kinerja Kementerian dan Lembaga kepada Negara maka Polres Tabanan melaksanakan langkah-langkah tindak lanjut sebagai berikut :

  1. Melaksanakan program pemerintah arah kebijakan dan strategi nasional diantaranya prioritas sub bidang keamanan 2015-2019, dan Program Prioritas Kapolri (Promoter), sasaran bidang keamanan adalah peningkatankapasitas dan stabilitas keamanan di Tabanandengan terpenuhinya almatsus Polres Tabanan meningkatnya profesionalisme Polri, menguatnya intelijen dan kontra intelijen, menguatnya keamanan di pintu-pintu masuk, menguatnya keamanan di laut, menguatnya keamanan di Perkotaan dan di pedesaan, menguatnya pencegahan dan penanggulangan narkoba.
  2. Meningkatkan pelayanan publik yang prima dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan upaya preemtif dan preventif yang didukung oleh penegakkan hukum yang tegas, yaitu :
    1. Mempersiapkan seluruh kekuatan dalam rangka pengamanan pemilu legislatif dan pemilu Presiden/Wakil Presiden Tahun 2019;
    2. Optimalisasi pelayanan masyarakat yang prima melalui penggelaran personel dan peralatan Polri yang berbasis teknologi;
    3. Penguatan bidang kehumasan melalui implementasi keterbukaan informasi publik guna mewujudkan kepercayaan masyarakat; dan
    4. Mengoptimalkan pergelaran personel dan koordinasi dengan instansi terkait untuk mendukung terciptanya Kamseltibcarlantas.

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Polres TabananTA. 2018 disusun untuk dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan Pimpinan guna menentukan kebijakan selanjutnya dan bagi para Kasatfung agar dapat digunakan sebagai bahan introspeksi guna peningkatan pelaksanaan tugas dalam Rencana Kerja TA. 2019.

KAPOLRES TABANAN

KAPOLRES TABANAN

lantastabanan-link-banner

lantastabanan-link-banner

Berita dan Informasi

Berita dan Informasi

Poling

Sejauh mana Portal Kepolisian Resor Tabanan dapat membantu anda dalam mencari informasi tentang Kepolisian di Tabanan ?

View Results

Loading ... Loading ...

Buku Tamu

Previous Next
Latest on Wed, 04:50 pm

Luthfi Zulkarnain: Pelayanan sudah bagus, perlu ditingkatkan

Budiarta: untuk Polres Tabanan tingkatkan lagi pelayanan terhadap masyarakat sehingga dicintai masyarakat, bravo

Krisnawan: Polres Tabanan Mantap

» Leave a reply




Connect with

https://www.facebook.com/pages/Polres-Tabanan/344492598926439

Connect With :

twitter @tabanan_polres

twitter @tabanan_polres

E – Berkat Bli Polres Tabanan

E – Berkat Bli Polres Tabanan
Home | Profil Instansi | Pelayanan | Informasi | Fungsi dan Bagian | DPO | Berita | Kontak
Kepolisian Resor Tabanan Jl. Pahlawan 12, Tabanan - Bali 82113. Phone : 0361 - 811210